NEWS
Belajar itu Menyenangkan!
Kamis 23 Februari 2017

Oleh : Masri Primatomo, S. Psi. - Divisi Psikologi Homeschooling Primagama Solobaru

 

Sebagai seorang siswa, belajar menjadi tugas utama yang harus diemban. Proses menimba ilmu di Sekolah dilaksanakan dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) melalui interaksi antara guru dan siswa. Oleh karena itu sudah menjadi tanggung jawab seorang siswa untuk belajar, baik di sekolah maupun di rumah. Namun, kegiatan belajar dapat menjadi tantangan tersendiri untuk siswa. Mata pelajaran yang diberikan di Sekolah tidak jarang berupa uraian materi-materi yang panjang lebar. Dalam situasi lain, siswa terkadang menjadi bosan dan malas untuk belajar, bahkan hanya sekedar untuk membaca buku sekalipun. Sehingga seringkali guru di sekolah dan orang tua di rumah merasa kesulitan untuk meminta anak-anak belajar.

 

  

Terkadang melihat rangkuman materi saja siswa sudah merasa malas

 

Bagaimana cara agar anak-anak memiliki minat belajar yang baik? Memang tidak mudah menjawab pertanyaan tersebut, terlebih masing-masing anak memiliki model belajar yang berbeda-beda. Meskipun demikian bukan berarti tidak ada cara lagi. Pada dasarnya seorang individu, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa, akan dapat bekerja mengeluarkan potensi yang dimiliki dalam lingkungan yang mendukung. Begitupun sebaliknya, jika berada dalam situasi yang dirasa tidak sesuai atau kurang menyenangkan, seseorang akan sulit untuk berkembang. Hal tersebut tentunya juga berlaku pada proses belajar siswa. Dengan kata lain, salah satu cara utama untuk memaksimalkan kemampuan siswa adalah dengan menciptakan lingkungan yang mendukung, situasi yang nyaman dan menyenangkan. Dalam kondisi tersebut, siswa secara perlahan akan merasakan bahwa belajar itu menyengkan. Ya, learning is fun!

 

  

 Menggunting menempel gambar berwarna dapat menjadi stimulus belajar yang bagus untuk siswa SD  

 

  

Ciptakan lingkungan dan suasana belajar yang menyengangkan untuk anak-anak

 

  

Tidak hanya siswa, guru dan orang tua pun harus kreatif agar siswa nyaman saat belajar

 

Terdapat banyak cara yang dapat dilakukan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Namun yang perlu diperhatikan adalah metode yang digunakan harus sesuai dengan usia perkembangan anak. Anak SMA mungkin tidak lagi tertarik dengan kegiatan menggunting dan menempel, sebaliknya anak usia SD akan kesulitan bila harus belajar menggunakan mind map. Pada anak usia SMP akan lebih tepat bila diberikan bantuan dalam proses belajar melalui alat peraga, khususnya pada mata pelajaran yaang membutuhkan pengamatan mendalam seperti Biologi, dan Fisika.

 

  

Alat peraga sederhana dapat membantu pemahaman siswa

 

  

Siswa akan mengamati sendiri melalui konsep belajar Learning by Doing


 

Gaya belajar siswa setidaknya dibedakan dalam tiga modelitas yaitu, Tactical, Visual, dan Auditory. Model belajar tactical lebih mengedapankan fungsi dari indra peraba dan rasa sentuh, salah satu medianya alat peraga. Sedangkan model belajar visual membantu melalui media gambar atau tayangan video, siswa dengan model belajar seperti ini akan dapat mengikuti KBM bahkan hanya dengan menonton video tutorial di internet. Terakhir, pada model belajar auditory siswa akan senang untuk belajar dengan berbagi dan mendengarkan, model belajar diskusi dengan guru atau teman sekelompok akan dapat membantu.

 

Belajar Fisika kini tak lagi membosankan!

 

Perhatikan juga minat dan hobi anak, bisa jadi ketertarikan anak pada hobinya dapat menjadi media pembelajaran yang efektif. Seorang anak yang berbakat di bidang musik, atau hanya sekedar memiliki ketertarikan pada musik, biasanya akan lebih nyaman belajar dengan mendengarkan musik meskipun bagi orang lain hal tersebut tidak banyak membantu. Bagi siswa yang memiliki dominasi otak kanan, memiliki ketertarikan pada hal-hal artistik, seni, dan visual, dapat diajarkan membuat rangkuman materi dalam bentuk peta konsep (mind map) yang unik dan warna-warni.

 

Rangkuman materi yang membosankan kini lebih menarik untuk dipelajari melalui mind map!

 

Masih banyak metode lain untuk membantu siswa lebih termotivasi untuk belajar. Perlu diingat bahwa kegiatan bukan tugas siswa semata, kontribusi orang tua dan guru pun akan banyak berpengaruh bagi siswa. Eksplore sebanyak mungkin cara-cara kreatif dalam belajar, dan jangan lupa perhatikan minat serta bakat yang dimiliki anak-anak. Bantuan orang tua dan guru pasti akan dirasakan dan bermanfaat bagi siswa. Peran bersama ketiga pihak akan menjadi sinergi yang bagus dalam menciptakan suasana belajar yang mendukung bagi siswa. Semangat belajar!

 

   

Learning is fun!

Outing Class ke Bank Indonesia!
Jumat 22 Maret 2019
Homeschooling Primagama melalui sinergi bidang Psikologi dan bidang Akademik , mengadakan suatu kegiatan kunjungan bersama yang bertajuk “Outing Class” dengan tujuan membantu siswa untuk mengenal lebih dini dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, khususnya dalam dunia kerja. Sehingga siswa dapat tumbuh
UTS Genap 2018/2019 Kelas Non Ujung
Jumat 22 Maret 2019
Homeschooling Primagama Solobaru menyelenggarakan Ulangan Tengah Semester II (UTS) tahun akademik 2018/2019 bagi seluruh siswa-siswi kelas non ujung dari semua jenjang, SD-SMP-SMA. UTS dilaksanakan mulai tanggal 18-20 Maret 2019, dan UTS susulan pada tanggal 25-27 Maret
Praktikum Kimia SMA IPA
Senin 25 Februari 2019
Siswa-siswi kelas X dan XI SMA IPA diajak mengadakan Praktikum Kimia di kelas. Bersama Mrs. Patria, siswa-siswi melakukan praktikum Indikator Asam dan Basa, menggunakan bahan-bahan alami. Oleh karena itu, ada beberapa bahan yang harus dibawa
Simulasi dan TryOut UNBK 2018/2019
Senin 25 Februari 2019
Siswa-siswi kelas ujung tingkat SMP dan SMA Homeschooling Primagama Solobaru, mengikuti simulasi UNBK yang dilaksanakan secara mandiri di Homeschooling Primagama Solobaru pada tanggal 6 Februari 2019. Simulasi diadakan dengan tujuan mengenalkan tampilan pelaksanaan Ujian Nasional